SELAMAT DATANG DI KIOS INFORMASI

Minggu, 18 November 2012

Bagaimana Nasib Windows XP?



Microsoft memang tengah disibukkan dengan peluncuran Windows 8 di berbagai negara. Di Indonesia sendiri Windows 8 resmi diluncurkan kemarin tanggal 27 September 2012. Namun, apakah dengan lahirnya versi terbaru Windows tersebut mampu membuat pengguna versi lawas Windows berpaling?

Menurut laporan StatCounter yang saya kutip dari detik bahwa hingga September 2012, Windows XP masih memegang pangsa pasar 27,64%. Sistem Operasi ini berada dibawah Windows 7 dengan 52,2%.

Perombakan besar dilakukan Microsoft terhadap tampilan Sistem Operasi Windows 8. Tampilan Metro Windows 8 yang belakangan disebut sebagai “Windows 8 UI Style” mungkin bisa menjadi penyebab user enggan berpindah ke Windows 8. User yang sudah biasa dan berpengalaman menggunakan OS bertampilan desktop tentunya butuh waktu untuk menyesuaikan dengan tampilan baru tersebut.

Harus diakui bahwa desain tampilan bergaya “kotak-kotak” dan dihilangkannya start menu yang telah ada sejak Windows 95, kemungkinan dapat menggangu pengguna potensial yang sudah terbiasa dengan tampilan model desktop yang ada pada Windows versi terdahulu. 

Sebelum waktunya tiba, saya rasa Windows XP yang disebut sebagai “Muscle Of Windows” ini masih akan tetap menjadi sistem operasi pilihan. Kapan saatnya? Secara resmi Microsoft telah mengumumkan akan menghakhiri dukungan terhadap Windows XP pada tanggal 8 April 2014. Setelah tanggal tersebut tidak akan ada lagi update keamanan baru dan dukungan online lainnya, baik yang berbayar maupun gratis.

Itu artinya Windows XP yang pada bulan September 2012 kemarin genap berumur 11 tahun, usianya tidak sampai 2 tahun lagi. Dukungan juga dihentikan untuk produk Microsoft lainnya yaitu Office 2003.

Tanda-tanda akan ditutupnya usia Windows XP memang sudah direncanakan Microsoft. Ini merupakan bagian dari kebijakan siklus hidup sebuah sistem operasi yang diperkenalkan Microsoft pada tahun 2002. Sesuai kebijakan tersebut, Windows XP dan produk Office 2003, menerima dukungan minimal 10 tahun (5 tahun dukungan Mainstream dan 5 tahun dukungan Perpanjangan) sebelum akhirnya dukungan benar-benar dihentikan.

Pelan-pelan Microsoft memaksa pengguna untuk menggunakan versi terbaru dari Windows, karena sudah tidak ada lagi jaminan dari Microsoft untuk Windows XP. Namun saya rasa pengguna tidak bisa dipaksa, hal ini lantaran faktor kebiasaan. Terlebih lagi pengguna rumahan yang selama ini dirasa cukup puas dan sepertinya akan tetap setia dengan Windows XP.

Sementara bagi perusahaan mungkin juga akan tetap bertahan selama aktivitas atau pekerjaannya tidak terganggu. Micorosft sendiri pernah mengumumkan 74% komputer yang dipakai dalam dunia bisnis masih menggunakan Windows XP. Ini akan menjadi tugas berat perusahaan yang didirikan Bill Gates tersebut.

Strategi lainnya, Microsoft juga sudah menghentikan penjualan Windows XP bagi retail dan produsen-produsen besar komputer. Komputer-komputer XP sudah tidak tersedia lagi di stok produsen PC seperti Dell dan Hewlett-Packard. Bagi konsumen yang tetap ingin menggunakan sistem operasi tersebut, harus membeli Vista Ultimate atau Vista Business kemudian secara legal downgrade ke XP.

Keputusan Microsoft lainnya bahwa Internet Explorer sejak versi 9 juga sudah tak tersedia lagi di Windows XP. Walaupun banyak pihak yang mempertanyakan hal ini, Microsoft tetap beralasan Windows XP terlalu tua untuk dibekali browser dengan kemampuan optimalisasi CPU dan GPU yang diklaim dapat meningkatkan performa browser secara drastis.

Selain Microsoft yang notabennya adalah produsen Windows XP, perusahan lain sekelas Adobe juga melakukan hal yang sama. Adobe menghentikan dukungan terhadap XP dan CS6 adalah versi terakhir yang mendukung sistem operasi besutan Microsoft tersebut.


Akhirnya, bagaimana nasib Windows XP? Tinggal menunggu waktu saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar